Seobagus.com – Riset keyword merupakan salah satu langkah penting sebelum membuat konten untuk website. Dengan mengetahui kata atau frasa yang sering digunakan audiens di mesin pencari, Anda dapat membuat artikel yang lebih relevan dan memiliki peluang lebih besar ditemukan melalui Google.
Sayangnya, banyak pemula menganggap riset keyword sebagai proses yang rumit. Padahal, Anda dapat memulainya dengan metode sederhana menggunakan Google dan beberapa tools gratis.
Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara riset keyword untuk pemula secara bertahap, mulai dari menentukan topik, menemukan ide keyword, memahami search intent, hingga memilih keyword yang tepat untuk artikel.
Apa Itu Riset Keyword?
Riset keyword adalah proses mencari, menganalisis, dan menentukan kata atau frasa yang digunakan orang ketika mencari informasi melalui mesin pencari.
Contohnya, seseorang ingin belajar membuat website. Ia mungkin mengetikkan kata kunci seperti “cara membuat website”, “cara membuat website gratis”, atau “jasa pembuatan website”.
Setiap keyword dapat memiliki tujuan pencarian yang berbeda. Karena itu, riset keyword bukan hanya mencari kata yang memiliki volume pencarian tinggi, tetapi juga memahami kebutuhan orang di balik pencarian tersebut.
Bagi pemilik website, hasil riset keyword dapat digunakan untuk menentukan topik artikel, membuat struktur konten, menyusun strategi SEO, dan menemukan peluang traffic organik.
Mengapa Riset Keyword Penting untuk SEO?
Riset keyword membantu Anda membuat konten berdasarkan kebutuhan nyata audiens, bukan sekadar berdasarkan perkiraan.
Ada beberapa manfaat utama yang bisa diperoleh.
Pertama, riset keyword membantu menemukan topik yang memang dicari pengguna. Kedua, Anda dapat mengetahui tingkat persaingan sebuah keyword sebelum membuat konten.
Ketiga, riset keyword membantu memahami search intent. Artikel yang memiliki keyword tepat tetapi tidak sesuai dengan tujuan pencarian pengguna tetap berpotensi sulit bersaing di hasil pencarian.
Dengan riset yang baik, Anda juga dapat menemukan keyword spesifik dengan persaingan yang lebih realistis, terutama jika website masih baru.
Cara Riset Keyword untuk Pemula
1. Tentukan Topik Utama
Langkah pertama adalah menentukan topik yang relevan dengan website, bisnis, produk, atau keahlian Anda.
Misalnya, Anda memiliki website tentang digital marketing. Beberapa topik yang dapat dikembangkan antara lain SEO, content marketing, social media marketing, email marketing, dan keyword research.
Jangan langsung mencari ratusan keyword. Mulailah dengan beberapa topik utama yang benar-benar berhubungan dengan tujuan website.
Setelah menentukan topik, buat satu atau beberapa seed keyword. Seed keyword merupakan kata dasar yang nantinya dikembangkan menjadi berbagai keyword turunan.
Contohnya:
Topik: SEO
Seed keyword: riset keyword
Dari seed keyword tersebut, Anda dapat menemukan berbagai variasi pencarian yang lebih spesifik.
2. Cari Ide Keyword di Google
Google dapat menjadi sumber ide keyword yang sangat berguna dan mudah digunakan.
Masukkan seed keyword ke kolom pencarian Google, kemudian perhatikan saran otomatis yang muncul. Saran tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pencarian yang dilakukan pengguna.
Anda juga dapat melihat bagian “People Also Ask” untuk menemukan pertanyaan yang berkaitan dengan topik.
Misalnya, ketika mencari “riset keyword”, Anda mungkin menemukan pertanyaan seperti:
- Apa itu riset keyword?
- Bagaimana cara riset keyword?
- Apa saja tools riset keyword?
- Bagaimana menentukan keyword yang bagus?
Pertanyaan tersebut dapat dijadikan ide untuk artikel utama maupun subjudul.
Selain itu, perhatikan bagian pencarian terkait di halaman Google. Dari sana, Anda bisa menemukan variasi keyword yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.
3. Gunakan Long-Tail Keyword
Long-tail keyword adalah keyword yang biasanya lebih spesifik dan terdiri dari beberapa kata.
Bagi pemula, long-tail keyword menarik untuk dipertimbangkan karena pencariannya lebih terarah. Persaingannya juga dapat lebih realistis dibandingkan keyword yang sangat umum.
Contohnya, daripada langsung menargetkan keyword “keyword”, Anda dapat menggunakan variasi seperti “cara riset keyword SEO” atau “cara memilih keyword SEO”.
Beberapa keyword turunan yang relevan dengan topik ini antara lain “cara mencari keyword SEO”, “cara riset keyword gratis”, dan “cara menentukan keyword artikel”.
Penggunaan long-tail keyword tidak berarti Anda harus memasukkannya berulang kali. Gunakan hanya ketika konteks kalimat memang sesuai.
4. Gunakan Tools Riset Keyword
Jika ingin mendapatkan data yang lebih terukur, gunakan keyword research tools.
Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mencari ide keyword antara lain Google Keyword Planner, Google Trends, Ahrefs, Semrush, dan Ubersuggest.
Untuk pemula yang ingin melakukan cara riset keyword gratis, Google Keyword Planner dan Google Trends dapat menjadi pilihan awal.
Tools tersebut dapat membantu Anda memperoleh data atau insight mengenai keyword, seperti estimasi pencarian, tren, variasi keyword, dan tingkat persaingan tertentu.
Namun, jangan menjadikan satu metrik sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Data dari setiap tools dapat menggunakan metode perhitungan yang berbeda.
5. Periksa Search Volume
Search volume menunjukkan perkiraan jumlah pencarian untuk sebuah keyword dalam periode tertentu.
Keyword dengan volume tinggi memang terlihat menarik karena memiliki potensi traffic yang besar. Namun, bukan berarti keyword tersebut otomatis menjadi pilihan terbaik.
Misalnya, keyword “sepatu” memiliki pencarian yang jauh lebih luas dibandingkan “sepatu lari untuk pemula”. Akan tetapi, keyword kedua memiliki konteks yang lebih jelas.
Karena itu, jangan hanya bertanya, “Berapa volume pencariannya?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah orang yang menggunakan keyword ini merupakan audiens yang ingin saya jangkau?”
6. Perhatikan Tingkat Persaingan
Setelah menemukan keyword, langkah berikutnya adalah melihat tingkat persaingannya.
Beberapa tools SEO memiliki metrik seperti Keyword Difficulty atau tingkat kesulitan keyword. Metrik tersebut dapat membantu memperkirakan seberapa sulit sebuah keyword untuk mendapatkan posisi tinggi di Google.
Jika website masih baru, Anda tidak harus mengejar keyword dengan persaingan paling tinggi.
Strategi yang lebih realistis adalah mencari keyword yang relevan, memiliki search intent jelas, dan persaingannya masih sesuai dengan kemampuan website.
Inilah alasan mengapa cara memilih keyword SEO sebaiknya tidak hanya berdasarkan volume pencarian.
7. Pahami Search Intent
Search intent adalah tujuan pengguna ketika mengetikkan keyword di mesin pencari.
Secara umum, search intent dapat dibagi menjadi beberapa kategori.
Informational: pengguna ingin mendapatkan informasi.
Contoh: “cara riset keyword SEO”.
Navigational: pengguna ingin menemukan website atau halaman tertentu.
Contoh: “Google Keyword Planner”.
Commercial: pengguna sedang mempertimbangkan produk atau layanan.
Contoh: “tools riset keyword terbaik”.
Transactional: pengguna sudah memiliki keinginan melakukan transaksi atau tindakan tertentu.
Contoh: “beli tools SEO”.
Memahami intent sangat penting karena format konten harus sesuai dengan kebutuhan pencari.
Jika keyword bersifat informational, artikel tutorial atau panduan biasanya lebih relevan. Jika keyword bersifat commercial, konten perbandingan atau review dapat lebih sesuai.

8. Analisis Halaman yang Sudah Ranking
Sebelum menulis artikel, buka Google dan cari keyword yang ingin ditargetkan.
Perhatikan halaman yang muncul di halaman pertama. Analisis beberapa hal seperti:
- Jenis konten yang ditampilkan.
- Panjang dan kedalaman pembahasan.
- Subtopik yang dibahas.
- Pertanyaan yang dijawab.
- Format konten.
- Kualitas dan relevansi informasi.
Tujuannya bukan untuk menyalin konten kompetitor.
Sebaliknya, gunakan hasil tersebut untuk memahami ekspektasi pengguna dan menemukan informasi yang belum dibahas secara memadai.
Jika kompetitor hanya memberikan definisi singkat, Anda dapat memberikan panduan yang lebih praktis dengan contoh, langkah kerja, tabel, dan checklist.
9. Kelompokkan Keyword yang Berhubungan
Setelah mengumpulkan keyword, jangan langsung membuat satu artikel untuk setiap keyword.
Beberapa keyword mungkin memiliki maksud pencarian yang sama sehingga dapat dibahas dalam satu halaman.
Misalnya:
- cara riset keyword
- cara riset keyword SEO
- riset keyword untuk pemula
- cara mencari keyword SEO
Keyword tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat dan dapat menjadi bagian dari satu artikel yang komprehensif.
Sebaliknya, keyword seperti “tools riset keyword gratis” dapat dibuat menjadi artikel tersendiri jika topiknya cukup luas dan memiliki search intent yang berbeda.
Pengelompokan ini juga membantu mengurangi risiko keyword cannibalization, yaitu beberapa halaman website bersaing untuk topik atau keyword yang sangat mirip.
10. Tentukan Keyword Utama dan Pendukung
Setelah proses riset selesai, tentukan satu keyword utama untuk halaman tersebut.
Untuk artikel ini, keyword utamanya adalah:
cara riset keyword untuk pemula
Kemudian gunakan keyword pendukung secara alami, misalnya:
- cara riset keyword SEO
- cara mencari keyword SEO
- cara riset keyword gratis
- tools riset keyword gratis
- cara menentukan keyword artikel
- cara memilih keyword SEO
Keyword pendukung tidak perlu dipaksakan di setiap paragraf. Masukkan ketika memang relevan dengan pembahasan.
Pendekatan ini membuat artikel tetap natural sekaligus membantu mesin pencari memahami konteks dan cakupan topik.
Cara Menentukan Keyword yang Bagus
Keyword yang bagus bukan sekadar keyword dengan volume pencarian tinggi.
Gunakan beberapa pertimbangan berikut:
Relevansi: Apakah keyword berhubungan langsung dengan website atau bisnis?
Search intent: Apakah isi konten dapat memenuhi kebutuhan pengguna?
Persaingan: Apakah website Anda memiliki peluang untuk bersaing?
Potensi traffic: Apakah terdapat permintaan pencarian yang cukup?
Nilai bisnis: Apakah keyword dapat mendatangkan audiens yang berpotensi menjadi pelanggan?
Sebagai contoh, sebuah keyword mungkin memiliki volume pencarian kecil tetapi sangat spesifik terhadap produk yang dijual. Keyword seperti itu tetap berharga karena penggunanya memiliki kebutuhan yang lebih jelas.
Kesalahan Riset Keyword yang Harus Dihindari
Pemula sering melakukan beberapa kesalahan saat melakukan keyword research.
Pertama, hanya mengejar keyword dengan volume pencarian tinggi. Kedua, mengabaikan search intent. Ketiga, memilih keyword terlalu umum.
Kesalahan lainnya adalah memasukkan keyword secara berlebihan agar terlihat SEO-friendly.
Google tidak membutuhkan sebuah keyword muncul sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah konten memberikan jawaban yang relevan, jelas, dan bermanfaat.
Hindari pula membuat banyak artikel dengan topik yang hampir sama tanpa tujuan yang jelas. Strategi tersebut dapat membuat halaman website saling bersaing.
Checklist Riset Keyword untuk Pemula
Sebelum mulai menulis artikel, pastikan Anda sudah:
- Menentukan topik utama.
- Membuat seed keyword.
- Mengumpulkan ide keyword.
- Mencari long-tail keyword.
- Memeriksa search volume.
- Menganalisis tingkat persaingan.
- Memahami search intent.
- Melihat halaman yang ranking.
- Mengelompokkan keyword berdasarkan topik.
- Menentukan primary keyword.
- Menentukan keyword pendukung.
- Membuat struktur artikel sesuai kebutuhan pengguna.
Dengan checklist tersebut, proses riset menjadi lebih sistematis dan tidak sekadar menebak keyword.
FAQ tentang Riset Keyword
Apa itu riset keyword?
Riset keyword adalah proses mencari dan menganalisis kata atau frasa yang digunakan pengguna di mesin pencari untuk menemukan informasi, produk, layanan, atau website tertentu.
Bagaimana cara riset keyword untuk pemula?
Mulailah dengan menentukan topik, membuat seed keyword, mencari variasi keyword melalui Google, menggunakan tools keyword research, mengevaluasi volume dan persaingan, kemudian memahami search intent.
Apa tools riset keyword gratis?
Beberapa pilihan yang dapat digunakan adalah Google Keyword Planner, Google Trends, dan fitur pencarian Google. Beberapa platform SEO juga menyediakan fitur keyword research gratis dengan batas penggunaan tertentu.
Apakah keyword dengan volume kecil bagus untuk SEO?
Bisa. Keyword dengan volume kecil tetap dapat bernilai jika sangat relevan dengan target audiens dan memiliki search intent yang jelas.
Berapa keyword yang harus digunakan dalam satu artikel?
Tidak ada jumlah yang wajib. Gunakan satu keyword utama dan beberapa keyword pendukung yang relevan. Prioritaskan kelengkapan informasi dan penggunaan bahasa yang natural daripada jumlah keyword.
Apakah long-tail keyword lebih baik?
Tidak selalu. Long-tail keyword memiliki keunggulan karena biasanya lebih spesifik, tetapi keyword terbaik tetap bergantung pada search intent, relevansi, persaingan, dan tujuan website.
Kesimpulan
Riset keyword tidak harus menjadi proses yang membingungkan bagi pemula. Anda dapat memulainya dengan menentukan topik, menemukan seed keyword, mengembangkan variasi long-tail keyword, memeriksa data pencarian, menganalisis kompetisi, dan memahami search intent.
Yang paling penting, jangan memilih keyword hanya karena memiliki volume pencarian besar. Keyword yang tepat adalah keyword yang relevan dengan audiens, sesuai dengan tujuan pencarian, memiliki peluang untuk bersaing, dan memberikan nilai bagi website.
Jika proses tersebut dilakukan secara konsisten, riset keyword dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membuat konten SEO yang lebih terarah dan berpotensi mendatangkan traffic organik.